opsjurnal.online, Jakarta - Remaja berinisial MAZ (16) nekat menusuk pemilik warung inisial AK hingga tewas di Kampung Cikawung, Desa Margamekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tak hanya itu, istri pemilik warung yang sedang hamil juga ditusuk pelaku, tetapi nyawanya masih bisa diselamatkan.
Dilansir detikJabar, Kamis (5/10/2023), peristiwa tersebut bermula saat MAZ keluar dari pondok pesantrennya karena mendapatkan tindakan bullying dari teman-temannya.
"Setelah mendapatkan perlakuan tidak baik itu, Tersangka lompat pagar. Kemudian jalan-jalan melepas penat," ujar Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo di Mapolresta Bandung, Kamis (5/10/2023).
"Yang bersangkutan mengambil mata pisaunya saja. Dikantongin, dan dibawa jalan-jalan, tujuannya untuk jaga-jaga," katanya.
Tak berselang lama, MAZ malah tersesat. Ketika balik lagi ke pondok pesantrennya, MAZ ingin berbelanja di warung.
"Yang bersangkutan merasa pemilik warung menatapnya dengan sinis. Karena tersinggung, langsung melakukan penusukan kepada si laki-laki pemilik warung. Kemudian istrinya mencoba melerai, yang sedang hamil 4 bulan, tapi saat itu dilakukan penusukan juga," jelasnya.
"Alhamdulillah istrinya selamat, anaknya selamat, hanya si suami atau pemilik warung itu tidak bisa terselamatkan," tambahnya.
Seketika MAZ langsung melarikan diri dengan cepat. Bahkan pisau sendal, hingga maskernya tertinggal di lokasi kejadian.
"Kami langsung melakukan pencarian dan penyelidikan berkaitan dengan pelaku. Alhamdulillah bisa kita amankan. Tersangka masih di bawah umur, sehingga tidak kami hadirkan dalam press conference hari ini," ucapnya.
Kusworo mengungkapkan MAZ diamankan disalah satu pesantren di Kabupaten Bandung. Dalam beberapa hari dirinya bersembunyi di pesantren tersebut.
"Diamankan di ponpesnya dia. Bersembunyi di pondok pesantrennya," bebernya.
Pihaknya menyebutkan adanya peristiwa tersebut tidak ada barang yang diambil oleh tersangka. Pasalnya setelah melakukan penusukan tersangka langsung melarikan diri.
"Barangnya tidak ada yang diambil. Dikonfirmasi kepada korban bahwa uang tidak diambil, barang tidak diambil, sehingga kami tidak masukan dalam pencurian dengan kekerasan. Maka kami jerat dengan pasal pembunuhan," kata Kusworo.
Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 338 tentang pembunuhan, disubsiderkan dengan 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara.
Sumber: detik.com